Recents in Beach






Abon Jhon, Penyanyi Asli Blitar, Rilis Single Perdana “Ojo Dumeh”

Eriek Abon Jhon dalam vidio clip Ojo Dumeh

Jakarta - Mantul News.com -  Japhe methe sak teruse, seduluran selawase, adalah penggalan syair dalam lagu Ojo Dumeh karya Abon Jhon,  seniman, penyanyi dan penulis lagu kelahiran Blitar 35 tahun SilamMungkin bagi sebagian pendengar di Jawa Timur banyak yang beranggapan lagu tersebut berasal dari Daerah Istimewa Jogjakarta, karena kata japhe methe dan kalimat-kalimat yang lain dalam lagu Ojo Dumeh sangat kental dengan jargon-jargon Kota GudegJaphe methe atau bolo dewe alias orangnya sendiri, merupakan jargon pakem yang dimiliki kota pelajar Yogyakarta. Sedangkan isi dari lagu tersebut sebenarnya tentang pesan sederhana dalam kehidupan manusia, bagaimana kita berinteraksi kepada alam, lingkungan, dan masyarakat umumnya

Abon Jhon yang bernama asli Eriek Jarwo adalah seniman asli Blitar, hanya saja dia pernah menghabiskan studi dan berkesenian di kota Jogja, dan kebiasaan itulah yang akhirnya melandasi beberapa karya lagunya yang memilih menggunakan dialek Jogja. “Jargon-jargon yang beraroma Jogja itu sangat sangat sederhana, unik, sudah dikenal banyak orang, dan pesannya mudah tersampaikan,” ujarnya ketika dihubungi tim Mantul News. Sebelum merambah genre dangdut, Abon Jhon dulu sempat menjadi player keroncong, dan Traditional Ska Rockstesdy, sudah banyak karya yang dia tulis, salah satunya lagu YA-AHOWU dari salah satu group band Ska di Jawa Timur, dan beberapa jingle juga pernah dia kerjakan.  “Ojo dumeh atau jangan mentang-mentang itu sebegai pengingat untuk diri saya sendiri, betapa pentingnya  tepo seliro atau saling toleransi antar sesama, karena itu yang sangat krusial bagi Bangsa Indonesia khususnya untuk generasi milenial saat ini,” begitulah menurutnya.
 
Semoga kedepan karya-karya Eriek Abon Jhon bisa diterima oleh pendengar dan pemirsa di Indonesia, bahkan seluruh penjuru dunia. "Dengan adanya media sosial seperti youtube, facebook, instagram, twitter dan sejenisnya, kita yang hidup di desa, di pinggiran, di manapun kita berada, Insya Allah akan mampu bersaing, asalkan kita mau dan mampu untuk terus bergerak. Rumus hidup itu sederhana saja,  ora usal neko-neko, terus bergerak atau mati dalam gelisah," pungkasnya menutup sesi obrolan mantul kami hari ini. (EK)


Vidio Clip Ojo Dumeh Abon Jhon


Posting Komentar

0 Komentar